Senin, 16 November 2020

Asesmen Nasional Pengganti UN Digelar Maret-Agustus 2021

Asesmen Nasional Pengganti UN Digelar Maret-Agustus 2021

Asesmen Nasional Pengganti UN Digelar Maret-Agustus 2021







Ilustrasi. Kabalitbang Kemendikbud menyatakan asesmen nasional pengganti UN untuk SMP dan SMA dilaksanakan Maret-April2021, sementara untuk SD pada Agustus 2021. (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi)




Bimbel SNMPTN - SIMAK UI


Daftar




Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan asesmen nasional pengganti Ujian Nasional (UN) bakal digelar Maret-April dan Agustus 2021. Pelaksanaannya akan berbeda waktu untuk tingkat SD, SMP, dan SMA.




"Kami rencana SMP, SMA dan Paket A, B, C sebelum puasa, Maret-April [2021]," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Totok Suprayitno, dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR, Jakarta, pada hari Senin, 16/11/2020.


"Sedangkan untuk SD kami rencana bulan Agustus 2021," lanjutnya.


Totok menerangkan untuk SMP, SMA, dan SMK itu laporan hasil asesmen nasional pengganti UN ini akan disampaikan kepada sekolah dan pemerintah daerah pada Juli. Sedangkan untuk SD, hasilnya dilaporkan Oktober mendatang.


Totok menerangkan pelaksanaan asesmen nasonal itu bakal secara bergantian antarsekolah. Hal tersebut, kata dia, guna memastikan semua sekolah terakomodasi untuk melakukan asesmen nasional pengganti UN.


Asesmen nasional ini, kata dia, akan dilakukan di semua sekolah untuk masing-masing beberapa dari kelas V, VIII, dan XI.


Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan lancar, Totok menyatakan strategi yang dilakukan akan serupa dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Bagi sekolah yang tak punya komputer, kata dia, akan menumpang di tempat pendidikan lain.


Selama menunggu proses pelaksanaan asesmen nasional itu, Totok mengatakan pihaknya akan membagikan 7.552 paket infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ke 2.330 SD dan 5.222 SMP.


Juga ada 11.296 paket infrastruktur TIK yang bakal diberikan ke 11.296 satuan pendidikan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.


Setiap sekolah akan menerima 15 laptop, satu konektor, satu wireless router, dan satu proyektor. Paket ini, katanya, bisa digunakan di luar pelaksanaan asesmen nasional.


Dalam kesempatan yang sama, Mendikbud Nadiem Makarim kembali menekankan siswa tidak perlu melakukan bimbingan belajar (bimbel) untuk mengikuti asesmen nasional.


"Waktu saya dengar banyak keluar bimbel-bimbel AKM (Asesmen Kompetensi Minimum), saya rasa saya harus segera klarifikasi," ujar Nadiem.


"Untuk orang tua mohon disampaikan, tidak ada keperluan apapun untuk melakukan persiapan untuk murid-muridnya melakukan AKM. Seperti dibilang tadi, nggak semua angkatan akan ambil AKM. Cuma sebagian," imbuhnya.


Ia menegaskan bahan yang akan diujikan dalam AKM yang merupakan bagian dari asesmen nasional itu tidak bisa dipelajari melalui bimbingan belajar. Pasalnya, asesmen ini hanya akan menguji nalar siswa.


Untuk sekolah, pihaknya meminta agar mereka mempersiapkan logistik guna pelaksanaan asesmen nasional pengganti UN. Khususnya, bagi sekolah yang memiliki infrastruktur sehingga dapat membantu sekolah lain.




Sebelumnya, Deputi Bidang Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono mengusulkan AN diundur Oktober 2021 untuk SMP, SMA. Sementara untuk SD diusulkan untuk dimundur ke 2022.


Ia menilai target waktu pelaksanaan asesmen pengganti Ujian Nasional terburu-buru, terlebih berkaca pada kendala yang tengah dihadapi dunia pendidikan belakangan ini.


"Saya berikan argumentasi dan rasionalitasnya. Jangan sampai membuat kebijakan sementara tahu hambatan tak mungkin diatasi dalam waktu tiga bulan. Nanti justru membuat ramai di masyarakat," katanya kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Jumat (13/11).


Agus menekankan selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) saja, masih ada 46 ribu satuan pendidikan yang tak punya akses listrik dan internet. Sedangkan AN rencananya dilakukan berbasis komputer.


Asesmen nasional sendiri bakal digelar dua hari dengan tiga jenis pengujian, yakni Asesmen Kompetensi Minimum berupa tes literasi dan numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.


Konsep tes siswa kelas nasional menggunakan metode random sampling. Jumlah pesertanya 45 siswa per sekolah di pendidikan menengah dan 35 siswa di pendidikan dasar.







Artikels





Matematika Geometri : Fungsi Dan Invers
Matematika Aljabar : Faktorial - Permutasi - Kombinasi I
Fungsi Grafik Kuadrat
Soal UAS 1 Matematika Kelas 12 IPA dan IPS
Soal UAS 1 Matematika Peminatan Kelas 12 IPA
Fisika : Satu Soal 28 Pertanyaan Rangkaian Arus Bolak - Balik
Soal PAS 1 KIMIA Kelas 12 SMA MA
Fisika : Satu Soal 28 Pertanyaan Rangkaian Arus Bolak - Balik II
Soal PAS 1 FISIKA Kelas 12 SMA MA
Soal PAS 1 B.Inggris Kelas 12 SMA MA
Fisika : Satu Soal 28 Pertanyaan Rangkaian Arus Bolak - Balik III
Soal PAS 1 B. Indonesia Kelas 12 SMA MA
Soal PAS 1 Matematika Kelas 9 SMP MTs
Soal PAS 1 IPA Kelas 9 SMP MTs
Soal PAS 1 B. Indonesia Kelas 9 SMP MTs
Soal PAS 1 B.Inggris Kelas 9 SMP MTs
Soal HOTS MATEMATIKA UTBK
Soal PAS 1 PAI Kelas 9 SMP MTs
Soal PAS 1 KIMIA Kelas 12 SMA MA II
Soal Dan Pembahasan Persamaan Linear Dua Variabel Dan Lebih
Fisika - Cara Paham Materi Listrik Elektrikal SMP SMA
Matematika - Permutasian dan Kombinasi
Soal dan Pembahasan Koordinat Cartesius

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

31 Jurusan yang Dibutuhkan Penerimaan Polri SIPSS dari D4 Hingga S2

31 Jurusan yang Dibutuhkan Penerimaan Polri SIPSS dari D4 Hingga S2 31 Jurusan yang Dibutuhkan Penerimaan Polri SIPSS...